Daya Tarik - Point Of Interest
gunung-merapi
Paket Tur - Tour Package
info-jogjakarta-sundak
NEWS


Filling Holiday In Jogja PDF Print E-mail

 

For those of you who visited Yogyakarta in order to homecoming or just stop by, there is a suitable activity to spend the holidays. Mount Merapi Lava Tour will provide an unforgettable exciting experience!

Eruption of Mount Merapi in Yogyakarta two years ago turned out to give a new charm to Yogyakarta. Province headed by Sultan has a new tour is arguably different from the others. Tourism was titled 'Lava Tour ".

In this tour tourists were invited to the Kinahrejo hamlet, Sleman regency. Kinahrejo hamlet is one of the most severe damage, because the location is close to the foot of Mount Merapi.

To enjoy this tour, tourists are free entry, only the vehicles are paid for. For motor charged Rp 7,000, Rp 15,000 cars. However, for travelers parking fees should be re-issued money, Rp 2,000 per motorcycle and Rp 5,000 to Rp 10,000 for the car. Cheap is not it?

When touring, tourists can see the whole fury of the former Merapi. Starting from the home to vehicles damaged by hot lava malignancy Merapi here.

On the first trip, travelers are invited along Kali Gendol hot lava into the path of Merapi. You can look at times it has been turned into a cliff and a very steep cliff. Take out the camera and snap Kali Gendol as a memento.

Of Kali Gendol, proceed to Hamlet Kinahrejo. This is the location of the traveler favorites. In this hamlet residence Mbah Maridjan, the gatekeeper of Mount Merapi. He also became one of the victims of Merapi malignancy.

At the entrance to this village we could see the photos until the time of the eruption of post-eruption. Then, a little walk to the top then we could see the site of the former house of Mbah Maridjan, which is now flush with the sand.

In addition to the former home of Mbah Maridjan already flush with the sand, there is also a nearby Masjid Al-Amin who survived the brunt of the heat clouds. Right in front of the former home of Mbah Maridjan, there is a shop that sells t-shirts, CD tells Merapi eruptions, and other souvenirs. It turns out that here is a family selling Mbah Maridjan. The price range from Rp 15,000-Rp 100,000 depending on how you neutralize them.

The best time to follow Lava Tour was the morning before 07.00 am. Passing of time, do not expect to see the valor Merapi since been shrouded in fog.

source: detik.com

 
Napak Tilas Erupsi Merapi PDF Print E-mail
There are no translations available.

Yogyakarta - Meletusnya Gunung Merapi pada 2010 lalu menewaskan sang juru kunci, Mbah Maridjan. Bekas masifnya letusan gunung tersebut bisa Anda saksikan di kawasan Kaliadem, DI Yogyakarta.

Asap masih membungkus puncak Merapi. Setelah berkali-kali erupsi, gunung dengan ketinggian 2.800 mdpl ini seakan tak pernah letih. Wibawanya masih sama, bertengger di samping Gunung Merbabu yang lebih hijau warnanya.

Walaupun tak berada di lokasi kejadian, cerita letusan Gunung Merapi membekas di sanubari. Layar televisi menampilkan gambar rumah-rumah berbalut abu, tim SAR yang lalu-lalang, dan masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri. Saya mencoba mengingat berbagai kejadian saat letusan Merapi, sepanjang jalan menuju Kaliadem pada bulan Maret lalu.

Bus yang saya tumpangi berbelok ke kanan, tepat di ujung Jalan Kaliurang. Mulai dari sini jalanan menyempit, rumah penduduk makin jarang, pepohonan makin rapat. Lalu tampaklah sosok Kalikuning.

Dulu, Kalikuning adalah tempat kemping yang hijau dan asri. Namun setelah erupsi Merapi, lahar dingin menyapu seluruh kawasan ini. Kalikuning yang saya lihat hanya sebuah lahan gundul yang luas, dengan batu dan pasir vulkanis sebagai material utama.

Kabut tipis mulai datang, rintik hujan mulai turun. 15 Menit perjalanan hingga saya tiba di Kaliadem. Berada di ketinggian 1.100 mdpl, Kaliadem terletak di lereng selatan Gunung Merapi tepatnya di Kabupaten Sleman. Saat keluar bus, udara dingin langsung menyergap. Terhampar di depan mata, lereng gunung yang didominasi pohon-pohon mati. Hanya ada setitik-dua titik tumbuhan hijau di sela-selanya.

Namun saat saya berbalik badan, warna hijau langsung menyergap mata. Abu vulkanis yang dihasilkan pasca erupsi Merapi adalah berkah bagi kesuburan tanah. Dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun, terbukti pepohonan mulai tumbuh. Dataran pun mulai bersemi hijau.

Pasca erupsi, tak ada yang boleh masuk ke wilayah ini kecuali petugas yang berwajib. Bayangkan saja, awan panas yang dulu menyapu tempat ini bersuhu 800 derajat Celcius. Awan panas itulah yang menewaskan beberapa orang termasuk juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan.

Wisatawan bisa menyewa Jeep dan mengikuti Lava Tour. Namun, saya lebih memilih untuk menyewa motor trail untuk menuju rumah Mbah Maridjan. Hanya butuh 10 menit perjalanan, melewati jalan menanjak yang cukup terjal.

Rumah sang juru kunci hancur saat erupsi Merapi. Yang tersisa hanya gubuk kecil berukuran 3x3 meter. Di depannya terdapat reruntuhan musala yang lebih mungil lagi ukurannya. Semasa hidupnya, Mbah Maridjan dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati.

"Bayangkan saja, sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta, Mbah Maridjan hanya digaji sekitar Rp 5.000 per bulan," tutur Warsito, seorang warga lokal yang biasa menjadi pemandu di sini.

Di sebelah kiri rumahnya, terdapat sebuah mobil dan dua motor dalam kondisi rusak parah. Ini hanyalah beberapa bukti konkrit ganasnya erupsi Merapi saat itu.

sumber : travel.detik.com


 


Join Us

Online Services

Via Telp / SMS
085 6290 3864

atau
0274 8536946 

Our Location